An initiative of :




Wageningen University





Sitekeuring.NET Award

Food-Info.net> Keamanan Pangan > Bakteri

Campylobacter jejuni

Karakteristik umum

Campylobacter jejuni merupakan bakteri Gram-negative berbentuk batang ramping, bengkok, dan motil. Organisme ini bersifat mikroaerofil, yang berarti memerlukan kadar oksigen rendah. Organisme ini relatif mudah mati dan peka terhadap tekanan dari lingkungan (misalnya 21% oksigen, pengeringan, pemanasan, desinfektan, kondisi asam). Karena sifatnya mikroaerofil, organisme ini memerlukan 3-5% oksigen dan 2-10% karbon dioksida untuk pertumbuhannya secara optimal. Bakteri ini sekarang dikenal sebagai salah satu patogen saluran pencernaan yang penting. Sebelum tahun 1972, ketika berbagai metode dikembangkan untuk mengisolasi bakteri ini dari kotoran, organisme ini diyakini sebagai patogen pada hewan ternak yang menyebabkan keguguran dan enteritis (sakit saluran pencernaan) pada domba dan sapi.

C. jejuni merupakan penyebab utama penyakit diare di Eropa yang disebabkan oleh bakteri. Organisme ini menyebabkan lebih banyak kasus daripada gabungan Shigella spp. dan Salmonella spp.

Walaupun C. jejuni tidak ditemukan pada orang sehat di Amerika Serikat atau di Eropa, bakteri ini sering ditemukan pada ternak, ayam, burung, dan bahkan lalat yang sehat. Kadang-kadang organisme ini sering ditemukan pada sumber air yang tidak diklorinasi, misalnya sungai dan empang.

Karena mekanisme patogenik C. jejuni masih diteliti, sulit untuk membedakan strain patogenik dari yang tidak patogenik. Namun, sepertinya kebanyakan isolat yang diperoleh dari ayam bersifat patogenik.

Gejala-gejala penyakit

Campylobacteriosis merupakan nama penyakit yang disebabkan oleh C. jejuni. Penyakit ini sering juga dikenal sebagai campylobacter enteritis atau gastroenteritis .

Infeksi C. jejuni menyebabkan diare, yang mungkin berair atau lengket dan dapat mengandung darah (biasanya tidak terlihat) dan sel-sel darah putih ( faecal leukocytes ). Gejala lain yang sering terjadi adalah demam, sakit perut, mual, sakit kepala, dan sakit pada otot. Penyakit biasanya timbul 2-5 hari setelah konsumsi makanan atau air yang tercemar, dan biasanya berlangsung selama 7-10 hari, tetapi penyakit ini juga sering kambuh (pada sekitar 25% dari kasus yang ada). Kebanyakan infeksi bersifat terbatas dan tidak memerlukan perawatan dengan antibiotik. Namun, perawatan dengan erythromycin dapat mengurangi jangka waktu di mana orang yang sakit mengeluarkan bakteri di dalam kotorannya.

Dosis infektif C. jejuni diduga kecil. Hasil penelitian pada manusia menunjukkan bahwa 400-500 bakteri dapat menyebabkan beberapa individu menjadi sakit, sementara pada individu lain, diperlukan jumlah yang lebih besar. Penelitian pada sukarelawan menunjukkan bahwa kerentanan korban juga ikut menentukan dosis infektif. Mekanisme C. jejuni dalam menimbulkan penyakit masih belum dimengerti sepenuhnya, tetapi bakteri ini memproduksi racun tidak tahan panas yang dapat menyebabkan diare. C. jejuni mungkin juga bersifat invasif/menyerang saluran pencernaan secara langsung.

Diagnosis

Sejumlah besar C. jejuni umumnya ada dalam kotoran individu yang mengalami diare, namun untuk mengisolasinya diperlukan media khusus yang mengandung antibiotik dan atmosfer mikroaerofilik khusus (5% oksigen). Namun, kebanyakan laboratorium klinik memiliki perlengkapan untuk mengisolasi Campylobacter spp. apabila diperlukan.

Makanan yang terkait

C. jejuni sering mengkontaminasi ayam mentah. Hasil survei menunjukkan bahwa 20-100% ayam yang dijual eceran, terkontaminasi oleh bakteri ini. Hal ini tidak mengherankan karena banyak ayam sehat mengandung bakteri ini di dalam saluran pencernaannya. Susu mentah juga merupakan sumber infeksi. Bakteri ini sering terdapat pada ternak sehat dan lalat yang berada di lahan pertanian. Air yang tidak diklorinasi juga mungkin merupakan sumber infeksi. Namun, pemasakan ayam dengan benar, pasteurisasi susu, dan klorinasi air minum akan mampu membunuh bakteri ini.

Pencegahan

Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan. Walaupun demikian, makanan yang dimasak, dipanaskan, dan disimpan dengan benar umumnya aman dikonsumsi. Resiko paling besar adalah kontaminasi silang, yakni apabila makanan yang sudah dimasak bersentuhan dengan bahan mentah atau peralatan yang terkontaminasi (misalnya alas pemotong).

Populasi rentan

Walaupun setiap orang dapat terinfeksi C. jejuni , anak-anak di bawah 5 tahun dan orang dewasa muda (15-29tahun) lebih sering terinfeksi daripada kelompok usia yang lain.

Sumber:

The bad bug book : http://www.cfsan.fda.gov/~mow/intro.html

 

 



European Masters Degree in Food Studies - an Educational Journey


Master in Food Safety Law



Food-Info.net is an initiative of Wageningen University, The Netherlands